Teori dibalik terapi bantuan Lumba-lumba adalah berdasarkan dua filosofi. Salah satunya adalah cinta yang tanpa syarat dan bantuan yang ditawarkan Lumba-lumba dapat memberikan manfaat bagi anak-anak dan orang-orang yang memiliki masalah emosional. Lumba-lumba kelihatannya memiliki emosi layaknya manusia, jadi hubungan kepercayaan yang dalam dapat dibangun antara klien dan Lumba-lumba.
 |
 |
Bagian kedua dari teori melibatkan pendekatan yang lebih ilmiah. Melibatkan Ekolokasi (ekolokasi: nada suara tinggi yang dikeluarkan oleh Lumba-lumba yang terpantul oleh suatu obyek dan kembali. Lumba-lumba menginterpretasikan gema yang berbalik untuk mengukur bentuk obyek, arah, jarak dan tekstur). Ada yang berkata bahwa Lumba-lumba menggunakan sonar dan ekolokasi yang mengakibatkan perubahan dalam lapisan tubuh dan struktur sel dari pasien yang diasosiasikan dengan mereka. Yang lain percaya bahwa gelombang suara yang dihasilkan oleh Lumba-lumba dalam berkomunikasi dan ekolokasi menstimulasikan penyembuhan. Mengurangi perasaan takut dan tertekan, meningkatkan kemampuan belajar pada anak-anak cacat, dan pelepasan rasa sakit adalah diakibatkan, oleh beberapa peneliti, ekolokasi dari Lumba-lumba.
 |
 |
Mereka yang berpengalaman dalam mengikuti terapi Lumba-lumba secara konsisten menunjukkan gelombang otak yang bertransisi dari "gelombang Beta" ke "gelombang Alpha". Jika dijelaskan, "gelombang Beta" seringkali petunjuk dari aktifitas gelombang otak yang "aktif, menguatkan", sementara "gelombang Alpha" seringkali diperlihatkan pada saat bersantai, merenung "keadaan pikiran" yang dapat memfasilitasi kemungkinan adanya perbaikan.
Untuk informasi lebih professional dan pertanyaan silakan hubungi kami!